Senin, 09 Maret 2020

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN MUTU MENGAJAR


Oleh :
Asyhari A. Usman, M.Pd
Dosen Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate


PENDAHULUAN
Pembaharuan dan perubahan hendaknya dimulai dari pribadi guru itu sendiri selaku pelaku dan ujung tombak dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dalam hal ini proses pembelajaran yang dilakukan di kelas tidak terlepas dari peran yang dimainkan oleh tenaga pengajar. Oleh karena itu tenaga pengajar menjadi salah satu komponen penting dari suatu sistem pembelajaran. Untuk itu kualitas tenaga pengajar sebagai profesional dalam bidangnya tidak hanya sebatas penguasaan terhadap metodologi mengajar dan penguasaan bahan ajar yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.

Guru profesional akan secara terus menerus menambah dan meningkatkan kemampuannya sesuai dengan tugas dan tanggung-jawabnya. Berkaitan dengan otonomi guru dalam pengelolaan kelas, guru memiliki tanggung jawab penuh untuk keberhasilan pembelajaran peserta didik. Dengan kata lain apa yang akan dilakukan guru dalam kelas bergantung pada guru itu sendiri. Dengan demikian guru memiliki kesempatan yang luas untuk berinovasi yang dianggapnya bermanfaat dalam meningkatkan kinerjanya. Berkenaan dengan pemanfaatan hasil penelitian. Selama ini banyak penelitian yang telah, sedang dan akan dilakukan peneliti, akan tetapi hasilnya sulit diterapkan oleh guru. Hal ini selain masalah yang dikaji bukan berasal dari kebutuhan dan masalah yang dihadapi guru.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hopkins (dalam Wiriaatmadya, 2007: 11), bahwa PTK adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlihat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.

Kemmis Dan Taggart (1988), juga menambahkan bahwa PTK sebagai bentuk refleksi diri kolektif yang didahulukan oleh para partisipan dalam situasi sosial dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, rasionalitas, keadilan pada persoalan sosial, atau praktik pendidikan. Partisipannya adalah guru, siswa, kepala sekolah, orang tua, dan anggota masyarakat. Dengan demikian PTK sangat penting dan memiliki peran yang sangat strategis dalam kaitannya dengan

PEMBAHASAN
Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan classroom action research sejak lama berkembang di negara-negara maju seperti Inggris. Australia  dan Amerika. Ahli-ahli pendidikan di negara tersebut menaruh perhatian yang cukup  besar terhadap PTK. Hal ini dikarenakan jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan  profesionalisme dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat indikator keberhasilan proses pembelajaran, mengingat PTK merupakan bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru  sendiri dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengembangkan kurikulum, sekolah, dan pengembangan dalam proses belajar mengajar
Menurut Kurt Lewin, action research dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu: (1) penelitian komparatif yang membandingkan kondisi dan pengaruh dari berbagai ragam tindakan sosial, dan (2) penelitian yang merespon konflik-konflik sosial tertentu dan mengarahkannya pada tindakan sosial. Pengetahuan (teori) tentang tindakan sosial dapat dikembangkan dari hasil pengamatan terhadap tindakan dalam konteks.

Suharsimi (2002) menjelaskan bahwa PTK merupakan gabungan definisi  dari tiga kata yaitu “Penelitian” + “Tindakan“ + “Kelas”. Penelitian dapat diartikan sebagai kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan cara dan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam memecahkan suatu masalah. Tindakan yaitu sesuatu gerak kegiatan yang  sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Tindakan yang dilaksanakan dalam PTK berbentuk  suatu rangkaian siklus kegiatan. Sedangkan Kelas yaitu sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang  sama dari guru yang sama pula.


Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan melalui tindakan yang akan dilakukan. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesinya.Tujuan khusus PTK adalah untuk mengatasi berbagai persoalan nyata guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Tujuan PTK antara lain :
a.       Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
b.      Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
c.       Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
d.      Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan/pembelajaran secara berkelanjutan.
Dengan memperhatikan tujuan dan hasil yang dapai dapat dicapai melalui PTK, terdapat sejumlah manfaat PTK antara lain sebagai berikut.
a.       Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan bagi para pendidik (guru) untuk meningkatkan kulitas pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat dijadikan sebagai bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan antara lain disajikan dalam forum ilmiah.
b.      Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan pendidik. Hal ini ikut mendukung profesionalisme dan karir pendidik.
c.       Mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar pendidik dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
d.      Meningkatkan kemampuan pendidik dalam upaya menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas..
e.       Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Di samping itu, hasil belajar siswa pun dapat meningkat.
f.       Mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, serta melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.
Persyaratan Penelitian Tindakan Kelas
Untuk mencapai tujuan  PTK , dalam pelaksanaannya, maka berbagai kondisi harus dipenuhi sebagaimana dijelaskan Hodgkinson (1988) dalam Mega dan Dewi (2009:32) sebagai berikut:
1.      Kesediaan untuk mengakui kekurangan diri.
2.      Kesempatan yang memadai untuk menemukan sesuatu yang baru.
3.      Dorongan untuk mengemukakan gagasan baru.
4.      Waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan.
5.      Kepercayaan timbal balik antar orang-orang yang terlibat.
6.      Pengetahuan tentang dasar-dasar proses kelompok oleh peserta penelitian,
Wardani, dkk (2006:23-24) memaparkan kondisi yang harus dipenuhi agar pelaksanaan PTK berhasil dengan maksimal adalah:
1.      Sekolah harus memberikan kebebasan yang memadai bagi guru untuk melakukan PTK, berkolaborasi dengan teman guru lainnya, dapat secara bebas meminta rekan sejawat menjadi pengamat bagi kelasnya, dan bebas berdiskusi tentang kemajuan kelasnya, di samping dapat menumbuhkan rasa saling mempercayai. Namun kenyataan menunjukkan bahwa masalah birokrasi dan formalitas yang ada di sekolah sering kali tidak menunjang terjadinya hal tersebut.
2.      Sejalan dengan pemikiran di atas, maka birokrasi dan formalitas organisasi di sekolah hendaknya diminimalkan. Sebaliknya yang harus ditumbuhkan adalah kolaborasi atas kerjasama yang saling menguntungkan, serta pengambilan keputusan secara bersama.
3.      Sekolah semestinya selalu mempertanyakan apa yang diinginkan bagi sekolahnya. Jika keinginan tersebut memang merupakan komitmen sekolah, maka PTK seagai satu bentuk inovasi di sekolah akan dapat tumbuh subur dan kegiatan PTK mungkin akan menjadi kegiatan rutin bagi guru.
4.      PTK mempersyaratkan keterbukaan dari semua staf sekolah untuk membahas masalah yang dihadapi tanpa rasa khawatir akan dicemoohkan. Diskusi dengan teman sejawat tentang masalah yang dihadapi dan kemudian setiap staf menganggap masalah yang dibahas merupakan masalah bersama, merupakan kondisi yang dipersyaratkan untuk berkembangnya PTK di sekolah.
5.      Sikap kepala sekolah dan staf administrasi harus menunjang terjadinya pembaharuan. Sikap negatif yang ditunjukkan meskipun hanya selintas akan merusak iklim inovasi yaang sedang tumbuh.
6.      Guru dan siswa harus mempunyai rasa percaya diri yang tinggi bahwa mereka sedang melakukan satu pembaharuan yang didukung oleh kepala sekolah dan juga orang tua.
7.      Guru harus siap menghadapi berbagai konflik yang baru biasanya mendapat perhatian lebih daripada yang lama yang sudah diakrabi setiap hari. Hal ini perlu untuk menghindari munculnya kecemburuan sosial.
Kritik Terhadap PTK
Beberapa kritik yang berkaitan dengan eksistensi PTK di sampaikan oleh Semiawan (2007:174-175) sebagai berikut:
1.      PTK harus lebih menjelaskan perbedaan ciri tindakan dari penelitian dan pada gilirannya juga antara pengajaran dan penelitian. Istilahistilah tersebut tidak boleh dipakai secara berganda. Kalau research atau penelitian menunjuk pada penyelidikan yang sistematis (systematic inquiry) yang ditandai oleh perangkat prinsip, pedoman, dengan prosedur tertentu dan dapat dievaluasi berdasarkan kriteria keabsahan dan keajegan, maka pengajaran mencakup aplikasi keterampilan profesional dan teknis serta pengetahuan tentang situasi tertentu.Penelitian dapat berfungsi mengupayakan pertanyaan tentang mengajar dan belajar, sedangkan tindakan itu sendiri dimaksudkan sebagai upaya perbaikan situasi tertentu.
2.      Refleksi adalah istilah yang banyak diterjemahkan secara kurang cermat sehingga memerlukan kejelasan yang lebih tinggi. Antara deskripsi anekdot dan refleksi sering ada ketidakjelasan perbedaan.
3.      Kerjasama yang bersifat kemitraan merupakan salah satu ingredien PTK pada tingkat mana dan bagaimana kerjasama itu harus dilaksanakan? Hal tersebut sering diinterpretasikan dan dilaksanakan kurang tepat.
4.      Siklus PTK meskipun pada dasarnya sama, namun pada hakikatnya pelaksanaannya sangat situasional menyebabkan perbedaan-perbedaan. sangat besar pada pelaksanaan. Dengan demikian, PTK sulit digeneralisasikan.
KESIMPULAN
1.      Pembaharuan dan perubahan hendaknya dimulai dari pribadi guru itu sendiri selaku pelaku dan ujung tombak dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
2.      PTK merupakan satu upaya untuk menumbuh kembangkan pembaharuan yang dapat meningkatkan atau memperbaiki proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
3.      Melalui PTK tenaga pengajar dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri. Di samping itu laporan PTK dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendapatkan angka kredit dalam kepangkatan karirnya sebagai pendidik.

Daftar Pustaka
Association for Educational Communication and Technology. The Definition of Educational Terminoloogy, Washington: AECT, 1977, Alihbahasa: Arief S. Sadiman dkk. Jakarta: Rajawali 1986
Arikunto, S., Suhardjono., dan Supardi. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.
Daryanto. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: Gava Media. 2011.
Kemmis, S. and McTaggart, R. 1988. The Action Researh Reader. Victoria, Deakin University Press.  
Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2008
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WASIAT SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH UNTUK ANAKNYA

"Tak lama lagi aku akan menghadap Allah Subhanahu waTa'ala. Namun aku sama sekali tidak merasa menyesal, sebab aku meninggalk...